4 Cara Mengelola Dana THR

Bulan Ramadan telah bergulir. Gegap gempita bulan Ramadan terasa dengan ramainya pusat ibadah dan pusat belanja. Momen gegap gempita terulang setiap tahun. Momen menerima tunjangan hari raya (THR) juga terulang kembali bagi sebagian masyarakat yang bekerja di perusahaan swasta atau BUMN.

Pemberian THR kepada para pekerja merupakan sebuah kewajiban bagi perusahaan dan sudah diatur oleh undang-undang ketenagakerjaan. Uang THR yang sudah masuk kantong para pekerja bisa langsung ambrol seketika atau bertahan lama serta memberikan manfaat jangka panjang, tergantung pada proses pengelolaan.

Para pekerja yang tidak cerdas memanfaatkan uang THR, pasti akan terjebak untuk membelanjakan uang seketika (baca: jor joran) tanpa menyimpan untuk kebutuhan setelah hari raya. Sebab setelah hari raya prediksi kebutuhan akan naik dengan fenomena pelajar yang sedang memasuki tahun pelajaran baru.

Bagi pekerja yang masih memiliki anak di taman kanak-kanak sampai tingkat mahasiswa, siap-siap untuk irit. Apabila tidak irit, bisa-bisa kedodoran untuk memenuhi kebutuhan buku, seragam dan tetekbengek lainnya.

Berikut merupakan tata cara mengelola uang THR yang Anda terima.

1. 25 % Saving dan Emergency Fund

Menahan uang untuk memenuhi kebutuhan mendatang adalah kunci. Anda bisa menyisihkan 25% dari THR untuk ditabung dalam jangka pendek. Bisa juga dana 25% tersebut digunakan untuk jaga-jaga ketika ada kebutuhan yang mendesak secara tiba-tiba. Ketika Anda tidak menyimpan uang, tunggu saja kedodoran bisa melanda saat datang kebutuhan yang tak terduga.

2. 25 % Memenuhi Kebutuhan Ramadan

Selama Ramadan banyak kebutuhan yang tidak sama seperti kebutuhan dihari-hari biasa. Bahkan kebutuhan dibulan suci, malah meningkat ketimbang hari biasa. Contoh sederhana, saat hari biasa tidak ada momen buka bersama, beli baju baru, sepatu baru, makan dan minum ini itu serta biaya pulang kampung. Namun, ketika Ramadan semua momen itu hadir.

Cara paling efektif untuk memenuhi kebutuhan Ramadan adalah meyisihkan uang THR 25%. Sehingga gaji utama Anda tidak terkuras untuk memenuh keinginan singkat dan uforia Ramadan.

3. 35% Pengeluaran Reguler

Pengeluaran regular seperti membayar listrik, kontrakan rumah, membeli bahan bakar mobil dan membayar kewajiban. Pastikan 35% uang THR dialokasikan untuk pengeluaran regular bulanan sehingga tidak ada tunggakan di bulan mendatang.

4. 15% Zakat dan Dana Sosial

Dibulan Ramadan kita wajib mengeluarkan zakat dan memberi perhatian yang lebih pada masyarakat yang lemah secara ekonomi. Secara syariah batas minimal zakat sebesar 2,5% . Anda yang memiliki dana banyak bisa mengeluarkan 5% hingga 15%. Sehingga orang-orang lemah disekitar dapat merasakan kebahagiaan secara mendalam dan kebutuhan pokoknya dapat terpenuhi. Alangkah tidak pantasnya kita yang memiliki banyak penghasilan hanya memberikan zakat minimalis 2,5%.