Membangun Brand Personal dan Aliansi Strategis

Nabi Muhammad SAW seperti mutiara. Dari segala sisi, pembawa kabar gembira dari langit ini memancarkan sinar suritauladan bagi umat manusia.  Suritauladan yang wajib diitiru agar hubungan vertikal dan horizotal berjalan dengan baik.

Sinar suritauladannya bersinar  seperti rembulan dan matahari. Seperti sinar matahari dan rembulan, ia memiliki banyak sisi. Sisi yang jarang diungkap serta dikaji ialah sisi Nabi Muhammad merupakan pengusaha sejati atau businessman ulung.

Lantas kalangan masyarakat sekitar Makkah memberikan julukan yang sangat prestisius.  Utusan Tuhan paling akhir itu, diberi julukan Al Amin.  Bentuk ekspresi  kepercayaan dari masyarakat, baik sesama pengusaha dan konsumen tidak lahir begitu saja, tetapi dibangun dengan jalan pelan-pelan. Dalam bahasa orang jawa, “alon-alon asal kelakon,” pelan tapi pasti.

Kepercayaan disiram oleh Nabi Muhammad setiap pagi. Agar besok buahnya  bisa dipetik.  Sang nabi megajarkan sebuah etos  kerja tinggi bahwa, sesuatu yang dirawat tidak akan berkhianat. Termasuk dalam bisnis, bisnis yang dirawat dan ditekuni tidak akan berkhianat. Merawat bisnis dengan tekun, berarti  akan menikmati buah manis bisnis.

Catatan sejarah memberikan keterangan bahwa dalam masa perjalanan hidupnya, Nabi Muhammad masyhur menjadi entrepreneur yang berhasil memetik buah kesuksesan.  Ia bukan entrepreneur sembarangan,  ia merintis usaha dari bawah dengan modal kepercayaan. Lalu membangun kerajaan bisnis di jazirah Arab. Bahkan nyaris seluruh pebisnis di jazirah Arab kenal serta segan dengan Sang Nabi.

Bagaimana Nabi Muhammad membangun kepercayaan bisnis, sehingga para mitra dan konsumen percaya? Lalu bagaimana caranya Nabi Muhammad memiliki bisnis yang luas serta bisa melakukan kegiatan ekspor komoditas?

Berikut 2  teknik  bisnis dari Nabi Muhammad, agar bisnis yang dijalankan lancar serta mampu melakukan ekspansi.

1.Brand Personal Unggul

Munculkan sebuah brand personal seperti kejujuran, keuletan, kreativitas, dan visioner. Lewat brand personal unggul, para  mitra dan konsumen akan kagum. Setelah kagum mereka akan melekat serta percaya dengan Anda serta produk Anda.

2.Membangun Aliansi Strategis

Bangun aliansi serta jaringan bisnis yang luas.  Salah satu mitra bisnis Nabi Muhammad ialah Siti Khadijah, seorang perempuan yang mampu menjadi konglomerat. Catatan sejarah hubungan mitra Nabi Muhammad dengan Siti Khadijah merupakan potret aliansi bisnis strategis.  Aliansi strategis yang memudahkan bisnis dikenal masyarakat,  sehingga dengan cepat  bisa tumbuh dan berkembang.