Relasi Kebutuhan Maslow dalam Perusahaan

“Faktanya adalah semua orang itu baik. Berikan mereka kasih sayang dan rasa aman, maka mereka akan memberikan kasih dan rasa aman  melalui perilaku mereka” 

-Abraham Maslow

Mari mengenal teori Maslow yang sering disebut sebagai teori kebutuhan. Sebenarnya teori Maslow ini merupakan pembahasan dari cabang teori organisasi dan teori kepimpinan. Kenapa disebut sebagai teori kebutuhan Maslow? Ya karena penemu teori kebutuhan ini bernama Abraham Maslow.

Abraham Maslow menggambarkan kebutuhan dasar manusia dengan skema piramida. Terdiri dari lima kebutuhan dasar manusia yang harus terpenuhi,  konon jika tidak terpenuhi bisa menimbulkan frustrasi yang mendorong perilaku agresi. Uniknya teori kebutuhan Maslow diakui dalam studi ilmu psikologi dan manajemen. Teori kebutuhan Maslow dalam ilmu manajemen digunakan untuk melihat kebutuhan dasar karyawan perusahaan.

Siapakah Abraham Maslow itu?

Nah sebelum mengupas kebutuhan  dasar Maslow, mari kita bahas profil Abraham Maslow.  Nama lengkap pria kelahiran Amerika ini adalah Abraham Harold Maslow. Ia lahir pada tahun 1908 dan meninggal pada tahun  1970. Profesinya adalah seorang psikolog, ia dikenal sebagai profesor di beberapa universitas seperti Colombia University,  Brandies University, New School for Social Research, Alliant International University. Sebagai seorang ilmuwan, Maslow menitikberatkan pada signifikansi dan urgensi fokus pada kualitas yang positif dari seseorang.

Terinspirasi dari perilaku kera

Maslow melakukan pengamatan terhadap kebutuhan dasar manusia. Pada awalnya ia mengamati perilaku kera, sebab perilaku primata begitu menarik hatinya.

Hasilnya, Maslow bisa menyusun hirarki kebutuhan hidup. Dimana kebutuhan dasar harus terpenuhi  terlebih dahulu, sebelum memenuhi tingkat kebutuhan selanjutnya. Pada teori kebutuhan  dasar, terdapat hirarki dimana pemenuhan kebutuhan didorong oleh motivasi. Motivasi yang dimaksud adalah  motivasi kekurangan (deficiency growth) dan perkembangan (motivation growth).

Motivasi kekurangan dalam teori hirarki kebutuhan Maslow adalah usaha yang dijalankan untuk mengatasi kekurangan yang dialami.  Sementara motivasi perkembangan adalah dorongan dalam diri seseorang untuk meraih tujuan, sesuai kemampuan dalam perkembangan. Kondisi itu disesuaikan dengan masing-masing latar belakang individu.

Penjelasan lebih dalam    

Tingkatan kebutuhan dalam teori Maslow membedakan individu dilihat dari kesejahteraan hidupnya.  Teori yang dikenal di berbagai studi ini menjabarkan tingkatan kebutuhan dengan skema piramida.  Kebutuhan menurut teori Maslow disusun mulai dari yang paling dasar (primer), menengah (sekunder) dan puncak (tersier).

Menurut Maslow, kebutuhan sekunder dan tersier tidak akan bisa dipenuhi  oleh individu jika kebutuhan primer belum terpenuhi.  Setiap individu menginginkan kebutuhannya terpenuhi, sehingga pilihannya adalah bekerja keras untuk memenuhinya. Untuk mencapai kebutuhan tersier tak mudah dan tak semua orang mampu.

Mari menelaah 5 hirarki kebutuhan dalam teori Maslow.  Mulai dari kebutuhan  fisiologis, rasa aman, sosial, penghargaan, dan aktualisasi diri serta relasinya dalam dunia perusahaan.

A. Kebutuhan Fisiologis /fisik

Kebutuhan fisik ini meliputi kebutuhan makan, minum, tempat tidur, seks, tempat tinggal, dan oksigen. Kebutuhan ini adalah kebutuhan paling dasar yang harus dipenuhi sebelum kebutuhan lainnya.  Misalnya, kala rasa lapar melanda maka akan sulit melakukan aktifitas. Namun, setelah makan baru bisa melakukan aktifitas.

Dari sisi manajemen kebutuhan fisiologis ini mengacu pada upah karyawan. Karyawan mencari pekerjaan di perusahaan dan yang pertama kali dicari adalah gaji. Jika kebutuhan ini belum terpenuhi karyawan akan sulit berkembang, apalagi menorehkan prestasi dan kontribusi pada perusahaan.

 

B. Rasa Aman

Tingkatan kedua adalah kebutuhan rasa aman. Rasa aman itu meliputi kesetabilan hidup, kesehatan fisik, adanya rumah yang nyaman, merasa bebas dari ancaman, serta jauh dari wabah penyakit.

Jika diaplikasikan dalam manajemen perusahaan, rasa aman pada karyawan adalah lingkungan kerja yang nyaman, bersih, dan adanya jaminan seperti asuransi hingga tunjangan hari tua. Apabila karyawan merasa nyaman maka ia akan loyal terhadap perusahaan.

C. Sosial dan Kasih Sayang

Sebagai makhluk sosial manusia memerlukan interaksi dengan manusia lain seperti persahabatan, menikah, dan memiliki keturunan. Selebihnya manusia ingin dihargai, dicinta dan mencintai. Saling mencintai sesama manusia merupakan kebutuhan penting dalam kehidupan.

Karyawan di perusahaan juga memerlukan kebutuhan interaksi sosial dan kasih sayang. Karyawan akan memenuhi kebutuhan dengan menjalin  persahabatan bersama teman sejawat, satu tim, dan relasi atasan serta bawahan. Adanya hubungan dan komunikasi yang baik di perusahaan akan membuat perusahaan lebih mudah bersinergi demi mencapai tujuannya.

D. Kebutuhan akan Penghargaan

Selain memerlukan kasih sayang, manusia juga membutuhkan penghargaaan. Penghargaan yang dimaksud seperti status sosial, prestasi, penghormatan dari orang lain, baik reputasi, ketenaran, dan perhatian.

Bila diterapkan pada manajemen perusahaan, karyawan menginginkan pemenuhan kebutuhan penghargaan terkait dengan jabatan yang lebih tinggi. Posisi tertentu membuat karyawan merasa dihargai, disegani, dan dihormati. Untuk mendapatkan jabatan tersebut diperlukan kerja keras.

E.Aktualisasi diri

Aktualisasi diri merupakan tingkat kebutuhan manusia paling tinggi menurut Maslow. Aktualisasi diri akan timbul terus-menerus dan memiliki potensi yang hebat.  Dalam diri seseorang dipastikan memiliki dorongan untuk melakukan tindakan sesuai kesadarannya. Misalnya ia memiliki cita-cita maka ia berusaha meraihnya. Namun, hal itu disesuaikan dengan kemampuan yang ia miliki.

Dalam dunia perusahaan ternyata pekerjaan yang menantang itu dibutuhkan karyawan. Dengan adanya pekerjaan yang menantang, maka  kreatifitas dan keterampilan karyawan akan  berkembang. Tentu saja hal itu berdampak pada karir karyawan di masa yang akan datang.

Sudah sampai mana tingkat kebutuhan yang sudah Anda penuhi?

BY: NCA, Derry