Selamat Idul Adha

#SelamatIdulAdha#

#Belajarberkorban#

#BelajarMengakuiKesalahaN#

Berani mengakui kesalahan dan mau berusaha memperbaikinya adalah sikap kesatria yang sejati – KH. Mustofa Bisri

Sebagian orang berpikir jika mengakui kesalahan itu sama saja merendahkan diri sendiri. Ditambah lagi, ada yang mengambil kesimpulan bahwa mengakui kesalahan itu sama dengan menjelekkan diri sendiri di hadapan  orang lain. Sehingga mayoritas orang menyimpan rapat-rapat kesalahan dalam peti. Tujuan utamanya adalah Agar tidak direndahkan oleh orang lain yang mendengar sebuah kesalahan yang telah dilakukan.

Tanda tanya besarnya, kenapa seseorang merasa sulit mengakui kesalahan? Agar kita bisa mengungkap akar dari sifat tidak mengakui kesalahan. kita bisa berdiskusi panjang soal sebab orang lebih suka menutupi kesalahan. Dan kami melemparkan satu sebab.

Pertama, pola asuh orang tua yang belum benar. Ketika seorang ibu melihat anaknya terjatuh,  lantas ia mengatakan,”Sudah nak jangan menangis, kamu tadi jatuh  gara-gara ada kodok lewat.”  Agar tidak nangis terus, orang tua mengambil tindakan berlagak memukul kodok. Padahal kodok itu hanya fiktif belaka yang disalahkan sebagai penyebab anaknya jatuh.

Tindakan ibu tersebut sebenarnya salah,  ia telah mewariskan kepada anaknya untuk menyalahkan pihak lain dan tak mengakui kesalahan sendiri. Padahal Anaknya kurang hati-hati dan akhirnya  jatuh.

Manusia sebagai makhluk sosial hidup berdampingan satu sama lain. Dalam proses relasi sesama manusia, kita akan mendapatkan umpan balik dari orang lain, baik pujian, teguran, penilaian positif dan tentunya penilaian negatif.

Dalam proses relasi sesama manusia kadang kita ingin dinilai positif secara konsisten. Semua orang pasti menghindari dicap buruk. Namun, dalam proses relasi, kita bisa juga dicap negatif oleh orang lain.  Pemberian cap tersebut diakibatkan oleh kesalahan atau perilaku kita yang  tidak sesuai norma-norma yang dianut oleh masyarakat.

Misal dalam relasi kerja, kita diberi jam piket bersih-bersih. namun tugas itu tidak dilaksanakan. Teman-teman  yang bertanya, “kog masih kotor ruangannya?” lalu pihak yang piket menjawab dan mengunci, “sudah tak bersihkan tadi.”  Padahal ia berbohong. Tidak melakukan bersih-bersih. Sifat berbohong tersebut dilakukan semata agar tidak dicap buruk oleh teman-teman dalam lingkungannya. Ia telah menyimpan kesalahan secara rapi.

Oleh karena itu, sebagian dari kita cenderung menyimpan kesalahan dalam peti dan dikunci rapat-rapat supaya nama masih harum dan masih bisa dipercaya orang lain. Jika terus menerus mengunci kesalahan dan tidak  mau mengakui, maka diri kita serta orang lain akan menanggung beban berat.

Tapi tahukah Anda,  jika mengakui kesalahan dapat dikatakan merupakan pondasi yang bagus untuk bersosialisasi dengan lingkungan.

Berikut merupakan manfaat dan kekuatan saat kita berhasil  mengakui kesalahan:

Mewujudkan kedamaian

Percaya atau tidak jika mengakui kesalahan dapat mewujudkan kedamaian secara mental, pada diri sendiri serta orang lain. Menyadari telah membuat kesalahan tapi menunda untuk mengakuinya menimbulkan perasaan bersalah, akibatnya kedamaian menjauh. Jika semakin lama menunda untuk mengakui kesalahan, maka akan memicu menciptakan alasan-alasan untuk menutupi kesalahan.

Sebetulnya mengakui kesalahan sama seperti membuang pikiran yang tak berguna yang dapat merugikan diri sendiri. Seperti orang yang membayar utang merasa lega jika telah melunasinya, begitu juga mengakui kesalahan akan merasa lega jika sudah melakukannya.

Mendapatkan kepercayaan orang lain

Ketika  berani mengakui kesalahan maka otomatis akan memperoleh kepercayaan dari orang lain, sebab  kepercayaan antar sesama dibangun dari kejujuran. Mengakui kesalahan berarti bersikap jujur terhadap orang lain atas kekurangan diri sendiri. Dengan menunjukkan kejujuran maka orang lain melihat adanya potensi dalam diri kita untuk mengakui kekurangan dan mencegah kesalahan terulang kembali. Hal ini akan berdampak pada meningkatnya rasa percaya orang lain pada kita dan tentu orang lain akan lebih menghargai kita.

Sebaliknya,  jika kita berusaha menutupi kesalahan atau bahkan kita lalu menyalahkan orang lain, kita akan mengalami memperkeruh masalah dan kedamaian semakin menjauh.

Meningkatkan hubungan interpersonal

Kenapa dengan mengakui kesalahan efeknya dapat meningkatkan hubungan interpersonal? Hubungan interpersonal termasuk hubungan dengan anggota keluarga, lingkungan kerja, lingkungan sosial, pasangan, pacar, atau mantan pacar. Keterbukaan antara sesama itu termasuk dalam konteks mengakui kesalahan karena ini bisa memicu orang lain untuk membuka hatinya dan memberikan maaf. Bila dalam suatu hubungan interpersonal terdapat sifat  mengakui kesalahan dan memaafkan, maka kerukunan akan tercipta.

Mengakui kesalahan adalah modal menjadi pemimpin

Modal seorang pemimpin adalah mau bertanggungjawab atas tindakan dan kebijakan yang sudah ditelurkan. Dengan mengakui kesalalahan berarti berani bertanggung jawab dan menuntaskan perbuatannya sendiri.

Teladan bagi orang lain

Mengakui kesalahan sama dengan berani menunjukkan sikap positif pada orang lain. Itu sama halnya dengan mulai memberikan contoh pada orang lain untuk jujur pada diri sendiri maupun pihak lain. Karena itu jangan menunggu orang lain untuk menegur Anda, tapi mulai dari diri sendiri.  Sikap positif sebaiknya ditunjukkan pada lingkungan bukan menunggu dorongan dari orang lain.

BY: Derry NCA