Sukses Memimpin dengan Pendekatan Servant Leader

Pemimpin = Pelayan

Hasil Pilkada serentak 2018 menjadi titik pemberhentian sementara mesin partai setelah menderu kencang demi kemenangan tokoh yang mereka usung. Titik pemberhentian bukan berarti mesin padam, mesin politik menyala melakukan evaluasi hasil yang sudah dilalui serta melihat dengan cermat peta untuk ambil kursi 2019.

Mengambil kursi kepemimpinan berarti sedang jatuh cinta. Jatuh cinta berarti harus siap mendampingi. Mendampingi berarti melayani. Memberikan waktu, pemikiran, gagasan dan harta demi kesejahteraan lahir dan batin pihak yang dipimpin.

Namun, harus dicatat sebelum jatuh cinta para pemimpin harus memiliki data kelemahan dan kelebihan pihak yang dipimpinnya. Tanpa memiliki data pihak yang dipimpin, bagaimana pemimpin bisa memecahkan masalah pihak yang dipimpinnya lalu memberikan pelayanan? Bila pemimpin tidak punya data kelemahan, kelebihan , dan program solutif, sangat diragukan ia adalah pemimpin.

Gampangnya, Pemimpin ibarat bapak dalam keluarga. Seorang bapak dalam keluarga harus bisa paham data. Data berapa cadangan beras, apakah beras yang dimiliki bisa untuk makan anak dan istrinya besok, berapa uang untuk belanja bulanan dan tabungan.

Istri dan anak-anaknya sudah makan belum, apakah anak-anaknya sudah sekolah dan memiliki nilai serta moral yang bagus. Apakah anak-anak sudah memiliki ketrampilan spesial. Apakah rumah masih aman atau atapnya bocor saat hujan dan tetek bengek lainnya. Apabila kepala keluarga tidak paham data-data rumah tangganya, apakah ia pantas disebut kepala keluarga?

Oleh karena itu seorang pemimpin wajib memiliki jiwa melayani (Servant Leader). Terminologi Servant Leader disini bukan berarti saat pihak yang dipimpin mencangkul lalu pemimpin ikut melayani dengan membantu mencangkul. Terminologi Servant Leader dalam relasi kerja di perusahaan dan instansi, bukan berarti ketika OB bersih-bersih, lalu pimpinan ikut melayani bersih-bersih kantor.

Yang dimaksud Servant Leader disini adalah pemimpin yang memiliki data komprehensif tentang pihak yang dipimpin. Mampu mendengar, memahami, dan mendampingi serta memberikan solusi aplikatif.

Berikut merupakan 8 karakter Servant Leader yang wajib dimiliki pemimpin.

A. Mendengar

Seorang leader harus mendengar secara mendalam saran dan kritikan dari para pengikutnya. Sehingga ada ruang untuk saling berbicara. Seperti sebuah pesan yang popular, “Dengarlah yang dikatakan, jangan lihat siapa yang mengatakan.”

B. Memahami dan memahamkan

Ego leader harus ditekan. Ia harus memahami kelemahan dan kelebihan pengikutnya. Jangan memaksakan kehendak. Semua keputuan harus didiskusikan bersama tim dan harus memberikan pemahaman yang komprehensif terhadap pengikutnya.

C. Kesadaran

Servant Leader harus sadar konsekuensi kebijakan yang memiliki dampak besar bagi pengikutnya. Menghargai kekuatan orang lain serta memberikan apresiasi atas prestasi.

D. Empati

Servant Leader harus mengangap pengikutnya adalah keluarga. Membuat lingkungannya nyaman tanpa rasa takut. Serta membangun ruang komunikasi yang dekat. Sehingga antara pemimpin dan pengikut bisa saling cas cis cis tanpa sungkan.

E. Meringankan Beban Mental

Servant Leader harus memberikan suasana bahagia kepada pengikutnya. Sehingga pengikutnya merasa nyaman dan aman.

F. Visioner

Servant Leader harus visioner dan cerdas membaca zaman. Selalu mendorong dan mengajak pengikutnya untuk berpikir besar dan menggapai cita-cita besar.

G. Pendampingan

Mendampingi para pengikut bagi Servant Leader adalah kewajiban. Sebab tanpa memberikan pendampingan, pengikut bisa salah melangkah.

Sudahkah Anda menjadi pemimpin yang memiliki karakter Servant Leader? Nah, kini saatnya Anda cek di daerah, tempat kerja, atau keluarga, apakah sudah memiliki pemimpin yang memiliki karakter Servant Leader?