Tips Meminimalisir Iri Hati

Iri hati itu tak hanya menyusahkan orang lain, tapi juga siksaan bagi diri sendiri. –William Penn.

Sejak ratusan bahkan ribuan tahun lalu, iri hati merupakan masalah yang tidak bisa dikatakan kecil. Sebab iri hati dapat merongrong segala sisi kehidupan manusia. Sejarah membuktikan bahwa iri dapat menyebabkan sebuah bangsa saling bunuh.

Dalam buku Catenbury Tales, seorang psikolog aliran psikoanalisis bernama Chaucer menyebutkan bahwa iri hati adalah salah satu dari tujuh dosa besar. Bagaimana tidak dosa, kita senang dan jumawa saat orang lain terpuruk dan menderita.

Iri hati dalam studi ilmiah psikologi disebut dengan envy. Kata envy mengacu pada sesuatu yang sifatnya merusak dan dipakai untuk menyerang individu atau sifat-sifat yang layak dikagumi dari individu.

Dalam bahasa awam istilah envy mengacu pada sifat iri yang tidak merusak. Jadi iri hati ini mendorong individu untuk menyamai sosok, tokoh, tetangga, serta teman sekantor yang ia kagumi. Misalnya iri ketika teman satu kantor memiliki keahlian lebih. Lalu ingin menyamai keahlian yang dimiliki teman tersebut dengan belajar.

Apakah Iri Hati dan Cemburu itu Sama?

Ada yang mesti diluruskan antara iri hati dan cemburu. Ada kalanya kita tidak bisa membedakan iri hati dan cemburu. Sebab iri hati dan cemburu beda tipis. Kecemburuan adalah emosi kuat yang bisa hadir memenuhi pikiran dan hati kita.

Emosi ini sering kali muncul dengan perasaan marah, sakit hati, ragu, atau takut. Perasaan cemburu akan menimpa Anda, saat Anda takut kehilangan sesuatu atau seseorang yang Anda miliki. Misalnya ketika pasangan Anda mulai memperlihatkan ketertarikannya pada orang lain.

Sementara iri hati merupakan emosi kuat yang terjadi saat Anda menginginkan milik orang lain. Saat Anda melihat tetangga, saudara, dan teman lebih banyak memiliki harta tangible atau intangible lalu Anda ingin memiiliki harta tersebut, maka hati Anda sudah menyimpan rasa iri.

Rasa Iri hati tersebut akan menjadi positif saat Anda berusaha mencapai sesuatu seperti apa yang telah dicapai orang lain dengan jalan yang benar, sehingga Anda menjadi pribadi yang semangat bekerja dan berinovasi serta belajar. Jangan sampai ketidakberhasilan Anda memiliki sesuatu yang dimiliki orang lain menjadikan mata Anda tertutup. Menjegal orang lain atau menutup jalan orang lain, hingga orang lain tersebut merasa terganggu.

Sifat iri hati memang berbahaya saat Anda tida bisa mengontrol. Merugikan pribadi dan membuat hati tidak tentram. Memicu depresi, dendam, amarah, frustasi hingga stres berkepanjangan.

Mengatasi Iri Hati

Beberapa penelitian mengungkapkan jika iri hati dapat memicu depresi, dendam, amarah, frustasi hingga stres berkepanjangan. Dengan kondisi yang dialami maka akan cukup mengganggu. Apalagi jika Anda iri hati dengan teman, temannya teman, mantan, suami, istri, atasan, atau tetangga sebelah. Berikut adalah tips-tips yang bisa Anda terapkan untuk mengatasi iri hati:

1.Terima Kenyataan

Sadarilah gejolak emosional Anda, jika saat ini sedang merasakan iri hati maka segeralah terima kenyataan yang ada dan jangan menyalahkan diri-sendiri. Tenangkan amarah Anda jangan sampai berlarut-larut.

2. Mendinginkan Hati

Seseorang merasa iri karena melihat sesuatu yang lebih menarik di luar dirinya. Tapi itulah sebuah kehidupan. Misalnya seorang ibu iri terhadap tetangganya yang baru saja membeli mobil baru, sementara ia belum bisa membeli mobil. Maka mulailah untuk menepis rasa iri dan gantilah dengan mendinginkan hati lalu bekerja.

3. Bangun Perilaku Positif

Iri hati merupakan pikiran negatif dan membuat hati terbakar. Bila dibiarkan maka hati akan membusuk. Agar tidak terjerumus ke jurang iri hati, maka ubah pola pikir Anda menjadi positif. Serta isi kebiasaan Anda dengan perilaku poitif seperti membaca buku, menonton film, melukis, atau bisa juga melakukan tindakan yang bermanfaat bagi orang lain. Seperti menyalurkan hobi memasak, lalu masakannya dibagikan ke orang lain.

4. Bersyukur

Kini tanyakan pada diri sendiri apa yang telah Anda miliki saat ini sementara orang lain tidak. Bisa dalam bentuk kesehatan, keluarga yang peduli dengan Anda, rumah yang asri, pasangan yang setia dan penuh kasih. Ingatakan diri sendiri pada kenyataan dan selalu bersyukur atas semua yang ada pada diri Anda.

5. Kegembiraan Menyertai Anda

Bila Anda selalu melihat kebahagiaan atau kegembiraan setiap saat maka rasa iri hati jauh dari Anda. Maka gantilah rasa iri dengan perasaan bahagia. Perasaan bahagia merupakan tingkah laku positif yang sebaiknya dikembangkan karena bisa membuat orang lain di sekitar menjadi lebih baik dan bahagia.

Sumber:
Chaucer, G., “The Parson’s Tale “, dalam Catenbury Tales, London: J.M. Dent & Sons Ltd., 1958.