Tips Menghadapi Karyawan Cerdas Namun Beracun

“Berurusan dengan masalah karyawan bisa sulit tetapi tidak berhubungan dengan mereka bisa menjadi lebih buruk” -Paul Foster, CEO and Founder, The  Business Therapist.

Sebuah perusahaan pasti menginginkan karyawan yang cerdas. Namun,  akan menjadi masalah jika karyawan cerdas itu beracun bagi rekan kerja. Bisa saja karyawan ini mengajak rekan kerja untuk melakukan demonstrasi, membolos kerja, atau mogok kerja.

Menghadapi karyawan yang cerdas, pihak manajer dihadapkan pada buah simalakama.  Apakah harus mempertahankan karyawan tersebut sebagai aset berharga perusahaan? Atau memecatnya begitu saja seperti sampah?

Ada beberapa tugas manajemen dalam menangani karyawan cerdas tapi beracun. Dalam diskusi dengan jajaran manajemen  pilihan biasanya jatuh pada  pemecatam karyawan.  Alasan utamanya ialah  karakter merusak dapat menghancurkan lingkungan perusahaan. Prosesnya peringatan, hukuman, terapkan pelatihan, dan akhirnya pemecatan.

Pilihan lain adalah mengisolasi karyawan tersebut untuk meminimalkan penyebaran racun berbisa.  Atau mempromosikan karyawan tersebut memimpin tim dan menawarkan pembinaan tim supaya karyawan tersebut menjadi lebih baik.

Berikut merupakan panduan yang dapat menavigasi manajemen untuk memutuskan solusi terbaik bagi karyawan cerdas,  namun beracun.

Jangan mudah tertipu dengan kelihaian karyawan ini

Sangat mudah untuk dibutakan oleh karakteristik yang kurang diinginkan, materi abu-abu yang sukar diintepretasi. Anda mengakui bahwa karyawan tersebut dengan bekal pengetahuan yang ia miliki maka perusahaan Anda bisa sukses. Anda lantas mengabaikan kekhawatiran dan keluhan mengenai perilaku beracun atau mengganggu. Lantas Anda merasionalisasi dan membela perilaku karyawan tersebut karena kecermalangan  ia miliki.

Sebenarnya menetapkan dan memperkuat akuntabilitas perilaku dan hasil dalam  setiap pengaturan tim sangat penting untuk kesuksesan seorang manajer. Saat orang lain melihat ada dua aturan yakni yang pertama untuk banyak karyawan dan kedua untuk karyawan bermasalah ini maka pikirkan mana yang lebih penting. Mempertahankan tim itu lebih baik.

Insting Anda untuk menentukan keputusan terbaik

Bila menurut Anda mempertahankan karyawan bermasalah itu penting maka pikirkan kepentingan perusahaan. Memang agak berat membuka diskusi yang menganai perilaku yang tak pantas  yang sepertinya merusak reputasi karyawan jenius tersebut.  Tapi Anda harus memberikan umpan balik perilaku yang konstruktif pada waktu yang tepat.  Apapun yang kurang akan  dianggap sebagai persetujuan oleh semua pihak.

Belajar Mengenali Tanda-Tanda Masalah yang Muncul

Saat anggota tim Anda mengampuni perilaku menyimpang maka itu berarti perusahaan Anda akan menghadapi masalah. Apakah Anda membiarkan seseorang yang berulah itu berada dalam perusaahaan dan menggerus kekompakan tim? Maka belajarlah mengenali tanda-tanda masalah yang muncul.

Mengukur Tingkat Penularan Racun

Yang saya tulis kali ini adalah jenis perilaku yang mengganggu orang lain, mengurangi tekanan pada budaya.  Dalam beberapa kasus yang terjadi karyawan pintar namun beracun mengkritik secara kasar, melanggar aturan umum kantor, bertindak semau-maunya. Maka ukurlah sejauhmana karyawan itu mulai menjengkelkan dan lakukan otoritas perusahaan.

Pengamatan, Umpan Balik, dan Pelatihan Adalah Alat Kekuatan Utama

Lakukan tindakan cepat ketika menemukan karyawan macam ini. Tawarkan umpan balik positif dan kritis pada waktu yang tepat,  bekerjalah dengan individu yang menginginkan perubahan perilaku yang lebih baik. Selanjutnya adalah penerepan pelatihan pada karyawan semacam ini untuk harapan positif di masa depan.

Pertimbangkan Pembinaan Profesional

Topik satu ini hingga saat ini masih menjadi perdebatan. Banyak yang merasa bahwa pembinaan hanya untuk karyawan  yang baik.  Contoh nyatanya karyawan tersebut rajin namun tidak begitu sigap menghadapi pekerjaan.  Tentu saja pembinaan hanya bekerja jika individu benar-benar menerima peluang dan berkomitmen untuk mengenali dan mengubah perilaku. Intinya adalah kemauan karyawan tersebut untuk mengubah perilakunya.

Jangan Mengabaikan Politik Situasi

Akan selalu ada individu dalam peran otoritas lain yang sama-sama mengenali kemampuan karyawan dan percaya bahwa Anda sebagai manajer dapat menjadi masalah. Sekutu terbaik Anda adalah bos. Tetap beri tahu dia tanyakan masukannya tentang penanganan situasi Anda dan pastikan bahwa ia memiliki kesempatan untuk memahami dampak karyawan pintar namun beracun terhadap keefektifan dan moralitas seluruh tim.

Jika Tidak Ada Kemajuan, Masukkan Dalam Program Kerja

Jika Anda telah menginvestasikan waktu, energi, dan modal dalam program umpan balik dan pelatihan yang kuat, tetapi Anda harus bekerja sama dengan manajer dan spesialis SDM Anda untuk mengembangkan dan menerapkan program eskalasi. Program ini mungkin sangat baik termasuk penghentian untuk ketidakpatuhan. Ini adalah tempat yang tidak menguntungkan untuk berakhir, dan terlalu banyak manajer yang menghentikan langkah ini.

By: Derry NCA