Strategi Marketing B2C dan B2B

Bagi para pebisnis, tentu sudah tidak asing dengan istilah B2C dan B2B. Mungkin ada di antara kita yang sedang ingin mendalami bisnis dan mengembangkannya menjadi usaha yang tidak hanya maju, tetapi juga memberi manfaat bagi banyak orang. Ada perbedaan mendasar marketing B2C dan B2B. Namun sebelum kita membahasnya, terlebih dahulu kita dalami apa sebenarnya bisnis jenis B2C dan B2B.

Business to Consumer(B2C)

Ini adalah jenis bisnis yang langsung menawarkan produk/layanan kepada grup atau perorangan, bukan perusahaan yang menjalankan bisnis. Itulah sebabnya disebut Business to Consumer karena penjualan langung kepada konsumen. Hampir seluruh produk B2C bisa digunakan oleh jenis B2B. Tetapi, produk B2B belum tentu bisa digunakan oleh B2C. Contoh, baju bisa Anda jual kepada perorangan juga pada suatu perusahaan. Namun produk B2B jarang yang bisa ditawarkan kepada perorangan. Apa saja contoh produk/layanannya? Mari kita lihat terlebih dahulu seperti apa bisnis jenis B2B.

Business to Business (B2B)

Kebalikan dari jenis B2C, B2B ini menawarkan produk/layanannya pada bisnis yang lain. Contoh, Anda menawarkan bisnis katering Anda pada suatu perusahaan. Atau, Anda memiliki pabrik garmen, kemudian menawarkan baju seragam pada suatu perusahaan. Bisnis jenis ini tentu saja membutuhkan modal yang jauh lebih banyak dibanding B2C. Risiko kerugian pun lebih tinggi, karena Anda sudah mengeluarkan biaya besar untuk memproduksi barang berskala besar.

Jadi apa perbedaan mendasar marketing B2C dan B2B?

Apapun jenis bisnis yang Anda jalankan membutuhkan strategi marketing yang sesuai. Setelah mengetahui jenis bisnis Anda sendiri, maka langkah selanjutnya adalah mengetahui strategi marketing yang tepat. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, melihat risikonya, B2B jelas lebih besar karena biaya pembuatan, perawatan dan persiapannya pun besar.

Baca Juga:  Kisah sukses pakHaryanto dari bisnis milagros

Mari kita mulai dari strategi marketing untuk B2C. Kuncinya, Anda harus mampu menyentuh emosi pelanggan. Buatlah iklan yang menarik yang menawarkan produk/layanan Anda dengan harga bersaing tanpa menurunkan kualitas. Sangat disarankan Anda membuat iklan yang eye-catching, mudah diingat dan nyeleneh. Orang-orang selalu tertarik dengan sesuatu yang nyeleneh, lain daripada yang lain.

Sementara strategi marketing untuk B2B adalah melalui brand. Anda harus mampu membuat pelanggan memercayai kualitas brand Anda. Sebelum menutuskan untuk bekerja sama, pelanggan akan membandingkan kekuatan brand yang satu dan yang lainnya.

Pastikan Anda menjaga kualitas produk Anda, termasuk pelayanan terhadap pelanggan juga kelancaran komunikasi. Dari sini bisa kita simpulkan bawa perbedaan mendasar strategi marketing antara B2C dan B2B adalah sebagai berikut: pada jenis B2C Anda harus menjadikan kepuasan pelanggan yang utama dengan memberi kualitas terbaik dan harga bersaing. Pada jenis B2B, strategi marketing-nya terletak pada kualitas produk serta kualitas pelayanan.

Sumber: Cacoethes Scribendi