Membentuk Tim Sales Militan

Memiliki tim marketing yang mampu merebut pasar merupakan impian para sales. Hal itu senada seperti memiliki sebuah tim yang mampu menguasai bola dan mencetak goal.  Lalu menempati poisis utama dalam sebuah gelanggang liga.

Untuk membentuk tim yang kompak dengan keahlian dan sifat yang berbeda-beda membutuhkan waktu yang lama. Lalu sampai kapan kita menunggu mendapatkan tim yang kompak dengan spesialisasi masing-masing, sementara produk harus dipasarkan?

Jawabanyya sama seperti bermaian sepakbola. Kita tidak harus melulu menunggu mendapatkan 11 pemain terbaik di dunia, suatu yang besar harus melewati tahapan-tahapan.  Rekrut pemain seadanya lakukan seleksi yang bagus kemudian latihan, bangun strategi  dan segera bertanding.

Tahap latihan, menentukan strategi dan bertanding merupakan kunci mempelajari  kelebihan dan kelemahan skill masing-masing. Setelah paham kelemahan setiap pemain maka kita bisa  tutupi dengan kelebihan seorang pemain. Setelah ditutupi maka langkah selanjutnya pasang strategi yang bagus. Dan yang terpenting ialah melakukan pemetaan kekuatan dan kelemahan lawan.

Proses mencari bentuk tim yang kompak dan bagus dalam pemasaran sama seperti proses mencari bentuk tim sepakbola yang ideal. Tidak perlu menunggu sales yang berpengalaman dan ahli, tetapi kita rekrut dulu sales lalu bentuk tim dan bangun strategi pemasaran. Sambil berjalan kita evaluasi tim dan mencari titik kelemahannya. Setelah ketemu titik kelemahan dalam tim, maka langkah selanjutnya ialah menutupi kelemahan.

Kelemahan tim sudah tertutup, maka langkah selanjutnya ialah melakukan evaluasi terhadap pesaing. Kita cari kelemahan dan keunggulannya.  Setelah paham kelemahan tim,  kita bisa pasang strategi untuk merebut pasar.

Berikut tiga cara yang  bisa lakukan untuk memiliki tim sales sukses:

1. Memasang Target Penjualan Per Bulan

Baca Juga:  Sales adalah Buruh Objek Kekerasan

Target wajib dipasang setiap bulan. Agar menjadi patokan untuk para sales. Tanpa patokan para sales akan cuek dan bertindak seenaknya. Pastikan sebelum memasang target, kita harus melihat perkembangan pasar secara mikro dan makro.

2. Evaluasi Kinerja Sales Setiap Bulan

Langkah kedua yang mesti dilakukan ketika membangun tim sales ialah melakukan evaluasi komprehensif tentang kinerja seluruh sales. Kita bisa memeriksa berapa total penjualan produk setiap sales per bulan dan evaluasi pasar yang sedang disasar sales. Dan yang lebih penting, mencocokkan produk yang dijual dengan kebutuhan konsumen.

3. Memberikan Reward

Total penjualan produk yang sudah dievaluasi menunjukkan kinerja sales. Pasti ada sales yang mampu menjual produk sebesar 75%,50%dan 25%. Untuk memberikan semangat agar lebih produktif, sales yang mampu menjual produk diberikan reward. Sedangkan yang mampu menjual 25% mendapatkan reward berupa pelatihan.